We are not just conquering the world, but we are going green...


IKALKALIS JOBS | Today's Jobs

Showing posts with label Resume. Show all posts
Showing posts with label Resume. Show all posts

Friday, January 30, 2009

Membuat Daftar Riwayat Hidup (Curriculum Vitae

Agar terlihat profesional dan menarik, ada beberapa hal yang hendaknya diperhatikan dalam membuat curriculum vitae (CV):

  • Gunakan kertas putih polos

CV hendaknya polos tidak menggunakan background image (dasar bergambar).

  • Status perkawinan

Cantumkan status perkawinan (single, married, atau divorced).

  • Foto terbaru

Lampirkan pas foto terbaru. Sebaiknya gunakan pas foto berwarna, dan berpakaian resmi (jas lengkap dengan dasi).

  • Referensi

Bila memungkinkan, cantumkan referensi, yaitu orang yang bisa dihubungi oleh pihak penyeleksi untuk menanyakan hal-hal penting seputar diri anda (biasanya nama atasan dimana anda bekerja sebelumnya).

  • Pekerjaan yang diinginkan

Selalu cantumkan jenis pekerjaan yang anda inginkan. Jangan menulis bahwa anda siap bekerja dalam posisi apa saja karena akan memberi kesan bahwa anda adalah pekerja serabutan. Tuliskan saja spesialisasi anda.

  • Format standar surat resmi

Gunakan huruf dengan ukuran dan jenis standar (warna hitam), contohnya font jenis Times New Roman.

  • Pengalaman kerja

Cantumkan deskripsi singkat tentang pekerjaan anda pada perusahaan sebelumnya (bukan nama perusahaannya) sebanyak-sebanyaknya tiga perusahan terakhir, berikut pangkat dan jabatannya.

  • Pengalaman lain yang menunjang

Cantumkan pengalaman atau organisasi yang berhubungan dengan spesialisasi anda. Jika anda adalah seorang spesialis bidang kimia, maka pengalaman sebagai juara I lomba melukis atau pejabat ketua senat tidak perlu dicantumkan.

  • Identitas

Cantumkan identitas anda dengan jelas.

Format resume atau curriculum vitae di setiap negara berbeda-beda. Hal ini tampaknya dipengaruhi oleh budaya, kebiasaan dan pandangan politik di setiap negara yang berbeda-beda pula. Sebagai contoh, untuk resume standar di Amerika Serikat (AS) tidak perlu mencantumkan foto, agama, status perkawinan dan umur, karena hal itu dianggap sangat pribadi.

Perusahaan tidak meminta pencantuman keterangan-keterangan seperti itu karena bisa dianggap melakukan ‘early prejudice’. Di AS perusahaan tidak boleh melakukan diskriminasi dalam penerimaan pegawai, baik diskriminasi atas ras, umur, status maupun agama. Sedangkan di Singapura, kadang dalam resume diminta mencatumkan keterangan ras.



3 KESALAHAN SAAT MEMBUAT CV

Tahukah Anda, bila Anda sedang mencari lowongan pekerjaan, sebetulnya itu berarti Anda telah bekerja. Ya, ketika mencari lowongan pekerjaan, kemudian mengajukan lamaran, Anda sudah melakukan fungsi marketing. Artinya, Anda sudah harus terampil menjual keterampilan, bakat, dan keahlian di pasaran lowongan pekerjaan bila Anda ingin mendapatkan pekerjaan yang sesuai.

Menjual diri tidak berarti Anda harus menipu atau mengelabui. Tetapi sekadar info, faktanya, pada banyak kasus surat lamaran Anda tidak akan diperhatikan. Benar. Jika Anda ingin surat lamaran Anda mendapatkan respon, Anda harus tahu cara menarik perhatian orang yang membacanya, termasuk memberitahukan bagaimana Anda dapat memberikan kontribusi diri Anda demi keberhasilan perusahaan mereka.


Sebagai pemburu pekerjaan, Anda harus ingat, “menjual diri” harus dimulai dari kertas. Tidak peduli apakah Anda menulis lamaran melalui curriculum vitae (CV), e-mail atau pos biasa, kemampuan Anda dalam mengomunikasikan pandangan dan efek adalah penting. Para profesional yang sibuk, termasuk para perekrut – selalu dibanjiri dengan e-mail, CV dan materi-materi lainnya. Hasilnya? Email yang panjang dan bertele-tele, surat yang membosankan dan CV yang tidak profesional, dibuang, dihapus, dan tidak dipedulikan.

Bila Anda ingin CV dan surat lamaran Anda dibaca, Anda harus menghindari kesalahan yang umum yang sering dilakukan oleh para pemburu pekerjaan.

Kesalahan 1:
Membingungkan

Mari bayangkan skenario yang sering dilakukan oleh pemburu pekerjaan: Anda membaca mengenai tawaran pekerjaan yang menarik, dan Anda langsung membuat surat lamaran dengan terburu-buru dan tidak teliti. Sesudahnya, tentu Anda akan menunggu telepon berdering atau e-mail atau surat panggilan. Sayangnya, telepon tidak berdering, tidak ada e-mail yang masuk, dan tidak ada surat panggilan.

Pertimbangkan kemungkinan ini: Anda bingung. Mungkin Anda mencantumkan minat Anda pada posisi Bagian Penjualan tetapi Anda juga menyebutkan Anda tidak menutup kemungkinan untuk posisi di Bagian Pemasaran atau Bagian Keuangan. Atau, bisa jadi Anda mencantumkan semua keahlian Anda di dalam CV, mulai dari mengajar bahasa Inggris sampai dengan ahli penerjemah dan semuanya Anda cantumkan di dalam CV Anda.

Solusinya? Kejelasan. Bila Anda terlalu banyak memberikan informasi mengenai diri Anda, sejarah pekerjaan, tujuan masa depan karier atau segala macam hal, Anda malah membingungkan orang yang membacanya. Mungkin kita berpikir orang yang membaca CV kita akan berpikiran sama dengan apa yang kita tulis, dengar dan katakan, tetapi kenyataannya tidaklah demikian. Orang sibuk dan waktu sangat terbatas. Tugas Anda adalah untuk memberikan penjelasan secara ringkas, jelas, cepat, dan langsung kepada intinya.

Sebelum mengirim CV, tanyakan diri Anda sendiri: “Diantara poin-poin yang lain, satu poin apa dari diri saya yang ingin saya perlihatkan dan sampaikan kepada pembaca CV saya?” Lalu pikirkan bagaimana Anda akan menyampaikannya atau menuliskannya atau menghapus hal-hal yang tidak perlu. Semakin banyak informasi yang Anda berikan, semakin kecil kemungkinannya akan dibaca dan diingat.

Kesalahan 2:
Membosankan

Profesional yang sibuk – termasuk para perekrut pegawai – dibanjiri dengan segala macam informasi. Termasuk lamaran serta jadwal wawancara calon pegawai. Anda akan melihat betapa pentingnya dapat menarik perhatian mereka dengan cara yang profesional. Bila isi CV Anda membosankan, kemungkinannya Anda tidak mendapatkan pekerjaan yang Anda inginkan dan butuhkan.

Solusinya? Berikan informasi yang berarti dan berguna. Bila Anda ingin agar CV Anda menarik perhatian mereka yang membacanya, materi tulisan haruslah ringkas, jelas dan menyampaikan pesan yang berarti. Lupakan bahasa klise seperti, “Saya merupakan pemain tim yang andal,” atau “Saya pekerja keras.” Walaupun hal ini benar, semua pelamar menuliskannya. Bila Anda memang pekerja keras dan ingin menyampaikan atau menuliskannya, maka Anda harus membuktikannya. Jangan tuliskan kecuali Anda telah menyiapkan contoh yang jelas dan sampaikan dengan singkat.

Bila Anda menuliskan tentang diri Anda, selalu siap untuk menawarkan cerita, contoh atau kenyataan yang betul-betul memperlihatkan Anda seperti yang Anda tulis atau katakan.

Kesalahan 3:
Menyamaratakan

Bila kita berbicara mengenai CV dan surat lamaran, Anda tidak dapat membuatnya satu tipe untuk semua pekerjaan yang Anda lamar. Untuk menyiapkannya diperlukan waktu dan usaha. Itulah sebabnya mengapa banyak diantara kita sangat malas untuk mempersiapkannya sesuai dengan posisi pekerjaan yang dibutuhkan.
Hasilnya? Kita mengirim CV dan surat lamaran yang sama persis (dan hanya membuat perubahan-perubahan kecil seperti mengganti nama perusahaan, alamat, nama orang yang dituju) pada setiap pekerjaan yang kita lamar. Ini bukan merupakan cara yang tepat.

Bila Anda tidak menyisihkan waktu untuk menyiapkan CV dan surat lamaran yang sesuai dengan posisi pekerjaan yang dibutuhkan oleh tiap perusahaan, Anda menghilangkan kekuatan dari CV Anda, dan tentu saja Anda sulit berkompetisi dengan calon pelamar lain yang memiliki pesan yang kuat dan lebih terfokus.

Solusinya? Sesuaikan CV dan surat lamaran Anda setiap kali dan setiap saat Anda akan mengirimkannya. Tidak berarti Anda harus mengubah sama sekali isi dan bentuknya tetapi sesuaikan dengan posisi yang diperlukan dan yang Anda impikan.

Pastikan untuk meneliti deskripsi pekerjaan sebelum Anda mengirimkannya dan bahwa informasi yang Anda berikan merefleksikan posisi yang dibutuhkan dan bagaimana Anda dapat mengkontribusikan diri Anda terhadap kebutuhan tersebut. Memang ini berarti Anda harus berkerja keras tetapi tidak selalu mudah untuk mendapatkan pekerjaan yang kita dambakan. Buat setiap kesempatan yang memungkinkan dan luangkan waktu Anda untuk sungguh-sungguh menyiapkan CV Anda agar tampak eksklusif dan berbeda dari pelamar lainnya.


Memancing Panggilan Wawancara Lewat Resume

SABAN pagi hari, di Jalan Asia Afrika, Bandung, sebuah papan pengumuman di salah satu trotoar selalu dikerubungi banyak orang. Di papan itu tertempel lembaran-lembaran koran lokal yang memuat iklan lowongan pekerjaan.

Belasan orang yang berkerumun itu dengan serius membaca satu per satu setiap iklan, lalu mencatat lowongan yang mereka minati.

“Resume yang menarik sangat memungkinkan seorang pelamar untuk mendapat panggilan wawancara kerja,” ujar Alia Gemala dari Alamcvpro, Professional Resume Consultant.

Alia menyarankan, surat lamaran yang dikirim pelamar sebaiknya berbentuk resume (ikhtisar mengenai data diri) ketimbang curriculum vitae (riwayat hidup). Hal itu dengan catatan tidak ada permintaan khusus dari penyelenggara pekerjaan. Pertimbangannya, resume hanya perlu memuat informasi yang berhubungan dengan keprofesionalan seseorang. Sementara CV menuntut pemuatan informasi personal yang tak ada hubungan langsung dengan keprofesionalan.

Kelebihan lainnya, resume maksimal dua halaman, sementara CV bisa berlembar-lembar, bahkan sepuluh halaman. “Padahal asumsinya, penyelenggara pekerjaan harus membaca banyak lamaran yang masuk sehingga hanya punya waktu sedikit untuk membaca setiap detail lamaran yang datang,” imbuh Alia.

Prinsip dasar resume adalah menyajikan informasi yang jelas, ringkas, dengan format yang rapi. Informasi yang jelas dan ringkas dapat diwujudkan jika pelamar hanya memuat informasi yang berhubungan dengan keprofesionalan seseorang.

Informasi yang tidak berhubungan dengan keprofesionalan adalah informasi yang cenderung personal, seperti status perkawinan, jumlah anak, agama, golongan darah, serta nama sekolah sejak taman kanak-kanak.

“Informasi yang cenderung personal seperti itu memang sebaiknya tidak dicantumkan. Sebab, keterangan semacam itu bisa memancing anggapan-anggapan tertentu yang bisa kurang menguntungkan pelamar. Sementara untuk mengetahui kualitas pelamar yang lebih dalam kan melalui wawancara. Anggapan negatif bisa menyempitkan peluang pelamar memperoleh wawancara,” ujar Amir Basuki dari Alamcvpro menambahkan.

Amir mencontohkan, keterangan status pernikahan, misalnya, peluangnya mudah dipersepsikan negatif bagi penyelenggara pekerjaan yang menuntut pekerjanya bermobilitas tinggi. Ada peluang penyelenggara pekerjaan berpikir orang yang telah menikah, terlebih pekerja perempuan, sulit untuk beradaptasi jika pekerjaannya harus sering ke luar kota.

Pelamar yang merasa punya kualifikasi keprofesionalan yang baik, meski sudah menikah, bagaimanapun berhak untuk mendapat peluang dinilai lebih jauh melalui wawancara langsung. Bukan semata dinilai dari keterangan pada resume dan surat lamarannya.

“Melalui resume pancinglah penyelenggara kerja untuk ingin tahu lebih jauh mengenai diri kita melalui wawancara. Jika saat wawancara ditanya status perkawinan, ya jawab sejujurnya. Namun, jangan muat itu dalam resume sebab itu memberi peluang penyelenggara kerja yang berpersepsi negatif dan urung memanggil kita untuk wawancara,” papar Amir.

ALIA menegaskan, pelamar jangan terjebak untuk menampilkan resume semenarik mungkin hanya dengan membuat format yang menarik tetapi mengabaikan isi. Mengorganisasi informasi diri adalah hal penting yang harus mendapat perhatian pelamar. Seorang pelamar sebisa mungkin bisa menonjolkan potensi dirinya, misalnya melalui pencapaian-pencapaian (accomplishment) yang pernah mereka perbuat.

“Seorang pelamar kerap kali terlupakan menyajikan accomplishment mereka, tetapi hanya menjabarkan responsibility (tanggung jawab) pada pekerjaan mereka sebelumnya. Padahal, accomplishment bisa menjadi semacam garansi bahwa si pelamar ini dapat bekerja baik dalam berbagai situasi,” kata Alia.

Pelamar yang sudah pernah bekerja kerap kali hanya memuat soal tanggung jawab apa saja yang pernah mereka pegang di tempat bekerja sebelumnya. Namun, mereka “lupa” mencantumkan bagaimana pencapaian yang bisa mereka raih berdasarkan tanggung jawab tersebut. Pencapaian atau prestasi bisa juga berarti seseorang dapat menyelesaikan pekerjaan melampaui target yang ditetapkan berdasarkan tanggung jawabnya.

“Namun, Anda jangan pula terjebak menuliskan promosi jabatan sebagai bagian dari prestasi atau pencapaian itu. Kalau promosi tersebut ukurannya enggak jelas, bisa saja calon penyelenggara pekerjaan berpikir bahwa promosi itu subyektif. Bisa saja kan, misalnya karena dia pandai melayani bos lamanya,” ujar Amir.

Dengan demikian, penyajian prestasi atau pencapaian merupakan hasil kerja yang konkret. Misalnya, seseorang sebagai pekerja penjual (sales) dalam kurun waktu tertentu bisa mencapai angka penjualan suatu produk dua kali lipat dari target yang dibebankan kepadanya.

“Namun, Anda tetap harus jujur . Jika ada suatu proyek yang pernah dijalankannya berhasil, dan itu merupakan kerja tim, sebutkan bahwa kita bagian dari tim tersebut, bukan prestasi individual,” tambah Amir.

Pelamar kerja yang belum berpengalaman, misalnya lulusan perguruan tinggi, mencantumkan kegiatan-kegiatan selama masa kuliah tidak ada salahnya. Namun, sebaiknya hanya mencantumkan kegiatan yang sekiranya cukup penting dan ada pencapaian yang berhasil diperolehnya melalui kegiatan tersebut.

“Saya tidak menganjurkan pencantuman berbagai seminar yang pernah diikuti. Itu kurang relevan dan hanya menambah panjang lembar resume saja,” kata Amir.

Hal lain yang juga sering kali dilakukan pelamar adalah menuliskan kalimat-kalimat muluk yang tidak terukur dalam surat lamaran. Seperti lazimnya resume dan surat lamaran (cover letter) masa kini ditulis dalam bahasa Inggris. Amir mencontohkan kalimat, having strong managerial skill (memiliki kemampuan manajerial yang kuat). “Apakah kalimat dalam surat lamaran itu ada penjelasan di dalam resumenya? Terkadang tidak, jadi hanya kalimat-kalimat muluk yang tidak ada ukurannya untuk diketahui penyelenggara kerja saat membaca,” ujar Amir.

Dia menekankan, jika pelamar ingin menuliskan deskripsi diri dengan kalimat-kalimat “tinggi”, sebaiknya juga menyertakan bukti konkret dan relevan dalam resume.

“Kalimat-kalimat muluk itu kerap kali muncul mungkin juga karena pelamar, khususnya lulusan baru, mencontoh dari surat lamaran orang lain. Itu sangat tidak disarankan sebab setiap orang unik dengan segala potensi dan kekurangannya,” tandas Amir.

Wednesday, January 28, 2009

Hati-hati Menuliskan dalam Resume


Dalam membuat resume pelamar perlu berhati-hati dalam mencantumkan atau menuliskan hal-hal sebagai berikut:

Riwayat Gaji

Riwayat gaji adalah gaji yang pernah diterima dan yang diharapkan. Dalam hal pencantuman jumlah gaji yang diterima dan yang diharapkan, pelamar harus sangat berhati-hati dalam memutuskan perlu tidaknya mencantumkan hal tersebut dalam resume. Untuk itu pelamar dituntut kejeliannya dalam melihat iklan lowongan kerja atau informasi tentang lowongan kerja tersebut. Pada lowongan kerja yang sudah mencantumkan dengan jelas berapa gaji yang akan diterima pertahun atau per bulan, sebaiknya pelamar tidak perlu membuat riwayat gaji dalam resume yang dibuatnya. Hal itu tentu saja akan sangat berbeda jika di dalam iklan memang mengharuskan pelamar untuk mencantumkan riwayat gaji dan besarnya gaji yang diharapkan. 


Referensi

Dalam hal pencantuman nama orang yang akan dijadikan referensi, pelamar harus benar-benar yakin bahwa orang tersebut benar-benar mengetahui diri si pelamar dan memiliki pengaruh positif bagi perusahaan yang dilamar. Artinya pelamar tidak boleh asal menyebutkan nama orang sebagai referensi seperti mantan atasan atau dosen. Daripada memaksakan diri untuk menyebut nama-nama orang sebagai referensi, pelamar cukup menuliskan: "Referensi: akan diberikan jika diminta".


Dokumen Pendukung

Meskipun tidak ada keharusan bagi pelamar untuk menyertakan dokumen atau bukti-bukti tentang hal-hal yang dituliskan dalam resume, seperti ijazah, transkrip nilai, sertifikat atau penghargaan, dll, namun mengingat kondisi di Indonesia maka sebaiknya pelamar menyertakan dokumen pendukung tersebut dalam bentuk photocopy. Hal ini penting untuk meyakinkan pembaca bahwa anda benar-benar menulis resume berdasarkan fakta yang ada.

Ingat: "Jangan sampai dokumen pendukung tersebut menjadi terlalu banyak". Untuk itu anda harus menyeleksi/mensortir dokumen mana yang paling pantas dan relevan untuk dilampirkan.

Contoh
: Jika anda pernah mengikuti kursus komputer beberapa kali, tidak perlu semua sertifikat dari setiap kursus tersebut anda lampirkan, tetapi cukup salah satu yang paling tinggi tingkatannya.


Informasi Pribadi

Pelamar sebaiknya berhati-hati menuliskan hal-hal yang bersifat pribadi. Beberapa hal yang umumnya boleh dituliskan adalah status perkawinan, jumlah anak, kepemilikan kendaraan, kesediaan untuk di relokasi atau melakukan travelling ke luar kota/luar negeri. Di luar hal-hal tersebut pelamar harus benar-benar yakin bahwa informasi pribadi yang ditulisnya akan relevan dengan pekerjaan yang dilamar, jika tidak sebaiknya jangan menulis informasi pribadi tersebut.

Para pembaca yang budiman, apapun pilihan karir anda pastikan untuk membuat resume atau pun CV secara maksimal. Bila memang anda merasa belum yakin dengan apa yang telah anda buat selama ini, cobalah buat sekali lagi dan bila perlu minta orang lain untuk menilai resume atau CV anda tersebut. Selamat mencoba! Semoga anda cepat memperoleh pekerjaan yang diinginkan.




Aspek yang Ditonjolkan Dalam Resume


Untuk lebih meyakinkan pembaca, Anda dapat memberikan penekanan pada beberapa aspek tertentu dari latarbelakang Anda yang relevan dengan pekerjaan dalam rangka memberikan pemahaman kepada pengusaha tentang nilai-nilai potensial anda yang akan berguna bagi si pengusaha atau perusahaannya. Adapun aspek-aspek yang dapat anda tonjolkan adalah:


Penghargaan atau Reward


Tuliskan yang sesuai dengan posisi yang Anda lamar.

Contoh: jika anda melamar sebagai IT Manager, pihak perusahaan (recruiter) tentu ingin tahu kemampuan anda di bidang teknik dan bagaimana kemampuan tersebut dibandingkan dengan
rekan-rekan yang lain. Jika anda pernah menerima penghargaan di bidang tersebut, tuliskanlah! Dengan demikian perusahaan akan tahu dimana tingkatan kemampuan anda.


Prestasi Akademik

Tuliskan gelar dan prestasi akademik yang anda raih sertakan juga judul Tugas Akhir/Skripsi/ Thesis/Disertasi.


Kemampuan Tambahan

Kemampuan tambahan dapat berupa kemampuan mengoperasikan program komputer atau pelatihan-pelatihan khusus yang pernah diikuti.


Keanggotaan dalam organisasi Professional

Jika anda terlibat dalam organisasi professional seperti Assiosiasi Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM), Ikatan Akuntan Indonesia (AAI), dll yang berguna bagi pembaca, jangan segan untuk menuliskannya.


Indikator Kesuksesan

Anda dapat menuliskan berbagai indikator kesuksesan yang pernah anda peroleh.


Contoh: beasiswa karena kecerdasan anda, dikirim training ke luar negeri karena keberhasilan anda dalam perusahaan, keberhasilan anda menekan biaya operasional di divisi anda, dll.


Pengalaman yang Berhubungan dengan Pekerjaan

Tuliskan semua pengalaman yang pernah anda alami sesuai dengan tuntutan pekerjaan yang anda lamar.

Contoh: jika pekerjaan yang anda lamar menuntut anda untuk sering melakukan traveling keluar negeri, pastikan pembaca tahu bahwa anda mahir berbahasa Inggris.


Selain kedua faktor yang telah disebutkan diatas, dalam membuat resume pelamar perlu berhati-hati dalam mencantumkan atau menuliskan hal-hal sebagai berikut:

Beberapa Saran dalam Membuat Resume


Bagi anda pencari kerja yang mungkin mengalami masalah dalam membuat resume, perhatikan beberapa saran berikut ini:

Nama dan Uraian Jabatan

Tulis nama jabatan anda dan lengkapi dengan penjelasan tentang aktivitas-aktivitas harian Anda. Usahakan untuk menuliskan aktivitas-aktivitas yang dapat diukur. Ingat: Anda harus dapat memberitahu pembaca tentang apa persisnya pekerjaan yang telah Anda lakukan.


Tanggal dan Tempat


Tulislah riwayat pendidikan dan pekerjaan anda secara tepat. Misalnya: kapan anda diterima bekerja dan kapan anda keluar dari perusahaan X, kapan anda menjabat sebagai .... atau kapan anda pindah kerja dari kantor pusat ke kantor cabang.

Ingat
: Jangan membuat pembaca menebak-nebak kapan anda bekerja dan untuk berapa lama.


Rinci

Jelaskan kata-kata atau istilah-istilah teknikal/khusus yang mungkin ada dalam resume anda sedetil mungkin.


Proporsional

Tuliskan pekerjaan atau pendidikan sesuai dengan kepentingan si pembaca dan buatlah secara proporsional.

Contoh: Jika anda melamar sebagai Marketing Manager hendaklah anda tidak menulis hanya satu paragraph mengenai pekerjaan anda sebagai Sales Manager dan tiga paragraph lainnya tentang kegiatan anda sebagai Trainer.


Relevansi

Tuliskan hanya hal-hal yang relevan dengan tuntutan pekerjaan yang anda lamar.

Contoh: Tidak perlu menuliskan pengalaman berorganisasi anda selama kuliah meskipun anda menjabat sebagai ketua Senat Mahasiswa selama beberapa periode, jika pekerjaan yang anda lamar tidak berhubungan dengan kemampuan organisasi atau
leadership.


Eksplisit

Jangan membuat resume yang membuat pembaca berimajinasi.

Contoh: jangan berasumsi bahwa pembaca tahu bahwa anda tamatan Unika Atma Jaya Jakarta, atau Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Jika anda tidak menuliskan nama kota bisa jadi pembaca menganggap anda tamatan dari kota lain.


Panjang

Pada umumnya resume hanya terdiri dari 2 (dua) halaman. Namun jika memang riwayat karir dan pendidikan yang anda rasa sangat penting untuk ditampilkan menuntut anda untuk memperpanjang, maka 3 (tiga) halaman resume masih dapat diterima.


Tanda Baca, Ejaan, dan Tata Bahasa

Tidaklah dibenarkan jika dalam resume terjadi kesalahan-kesalahan menyangkut tanda baca, ejaan maupun tata bahasa. Jika anda menulis resume dalam bahasa
Inggris, cobalah minta untuk direview oleh teman/kerabat yang menguasai bahasa tersebut, jika memang anda belum yakin.


Mudah Dibaca

Resume yang dibuat secara kacau balau menggambarkan pikiran yang tidak jernih dan ketidakmampuan penulis dalam menuangkan isi hatinya. Oleh karena itu sangat penting membuat resume yang mudah dibaca, tidak terpisah-pisah dan logis.


Penampilan

Pilihlah format terbaik yang dapat anda tampilkan untuk membuat resume, termasuk disini adalah pemilihan jenis huruf, kertas yang digunakan serta paduan warna (jika menggunakan printer warna).

Untuk lebih meyakinkan pembaca, Anda dapat memberikan penekanan pada beberapa aspek tertentu dari latarbelakang Anda yang relevan dengan pekerjaan dalam rangka memberikan pemahaman kepada pengusaha tentang nilai-nilai potensial anda yang akan berguna bagi si pengusaha atau perusahaannya. Adapun aspek-aspek yang dapat anda tonjolkan adalah:

Tips Umum Membuat Resume


Resume atau riwayat singkat yang berisi pengalaman dan ketrampilan yang dimiliki oleh seseorang yang melamar sebuah pekerjaan amatlah menentukan bagi dipilih atau tidaknya si pelamar untuk masuk ke tahapan selanjutnya dalam proses rekrutmen dan seleksi karyawan. Resume yang dibuat dengan baik akan mempermudah pembacanya (baca: recruiter) dalam mengevaluasi kualifikasi yang dimiliki oleh si pelamar.

Pentingnya membuat resume yang dirancang secara khusus (bukan menjiplak model resume orang lain) seringkali tidak disadari oleh si pelamar. Dalam banyak kasus masih sering dijumpai bahwa pelamar justru menggunakan format resume yang sudah baku dengan cara membeli formulir resume yang dijual di toko-toko buku atau pun mendownload formulir yang terdapat di websites. Memang hal ini tidaklah sepenuhnya salah, namun demikian si pelamar hendaklah mempertimbangkan apakah format tersebut sudah cocok dengan karakter dirinya. Apa yang terjadi jika ternyata format baku tersebut, setelah diisi oleh pelamar, ternyata justru banyak menyisakan ruang kosong alias tidak dapat diisi semuanya. Bukankah hal demikian justru dapat menyebabkan si pelamar tampak penuh dengan kekurangan di mata si pembaca resume tersebut. Selain itu resume menjadi tidak enak untuk dilihat.

Dalam kompetisi memperebutkan pekerjaan di tengah - tengah situasi ekonomi yang tidak menggembirakan saat ini, ditambah lagi dengan banyaknya jumlah pencari kerja, tidak jarang para pengusaha (baca: orang yang mempekerjakan) harus meluangkan banyak waktu untuk menyeleksi para calon pekerja yang berkualitas. Mengingat bahwa satu jabatan yang lowong bisa dilamar oleh ratusan bahkan ribuan pelamar, maka pengusaha sangat mengandalkan resume pelamar untuk menyaring/menyeleksi mereka untuk dipanggil wawancara atau test dalam proses berikutnya. Dengan kondisi demikian maka pelamar yang tidak dapat membuat resume yang dapat menggambarkan kualitas dirinya dalam bentuk resume yang menarik, padat, dan lugas akan sangat kecil kemungkinannya untuk dipanggil. Alangkah sayangnya jika pelamar ternyata sangat menguasai bidang yang dilamarnya tetapi gagal hanya karena resume yang dibuatnya tidak berkenan di hati pengusaha/pembaca.

Dengan membuat resume secara menarik, padat dan lugas si pelamar sebenarnya memperoleh manfaat yang sangat besar bagi dirinya karena ia telah mampu:

  • Memberikan fakta-fakta tentang latar belakang pelamar.

  • menunjukkan kualifikasi yang dimiliki sehingga layak untuk memangku jabatan yang dilamar memperlihatkan tujuan karir yang diinginkannya.