sumber : Bergerak!!
oleh : Rhenald Kasali
post yang sama bisa dibaca di totalwellness
“Sebagian besar orang yang melihat belum tentu bergerak, dan yang bergerak belum tentu menyelesaikan (perubahan).”
Kalimat ini mungkin sudah pernah Anda baca dalam buku baru Saya, “Change“.
Minggu lalu, dalam sebuah seminar yang diselenggarakan Indosat, iseng-iseng Saya mengeluarkan dua lembaran Rp 50.000. Di tengah-tengah ratusan orang yang tengah menyimak isi buku, Saya tawarkan uang itu. “Silahkan, siapa yang mau boleh ambil,” ujar Saya. Saya menunduk ke bawah menghindari tatapan ke muka audiens sambil menjulurkan uang Rp 100.000.
Seperti yang Saya duga, hampir semua audiens hanya diam terkesima. Saya ulangi kalimat Saya beberapa kali dengan mimik muka yang lebih serius. Beberapa orang tampak tersenyum, ada yang mulai menarik badannya dari sandaran kursi, yang lain lagi menendang kaki temannya. Seorang ibu menyuruh temannya maju, tetapi mereka semua tak bergerak.
Belakangan, dua orang pria maju ke depan sambil celingak-celinguk. Orang yang maju dari sisi sebelah kanan mulanya bergerak cepat, tapi ia segera menghentikan langkahnya dan termangu, begitu melihat seseorang dari sisi sebelah kiri lebih cepat ke depan. Ia lalu kembali ke kursinya.
Sekarang hanya tinggal satu orang saja yang sudah berada di depan Saya. Gerakannya begitu cepat, tapi tangannya berhenti manakala uang itu disentuhnya. Saya dapat merasakan tarikan uang yang dilakukan dengan keragu-raguan. Semua audiens tertegun.
Saya ulangi pesan Saya, “Silahkan ambil, silahkan ambil.”
Ia menatap wajah Saya, dan Saya pun menatapnya dengan wajah lucu.
Audiens tertawa melihat keberanian anak muda itu.
Saya ulangi lagi kalimat Saya, dan Ia pun merampas uang kertas itu dari tangan Saya dan kembali ke kursinya. Semua audiens tertawa terbahak-bahak.
Seseorang lalu berteriak, “Kembalikan, kembalikan!”
Saya mengatakan, “Tidak usah. Uang itu sudah menjadi miliknya.”
Setidaknya, dengan permainan itu seseorang telah menjadi lebih kaya Rp.100.000.
Saya tanya kepada mereka, mengapa hampir semua diam, tak bergerak.
Bukankah uang yang Saya sodorkan tadi adalah sebuah kesempatan?
Mereka pun menjawab dengan berbagai alasan:
“Saya pikir Bapak cuma main-main …………”
“Nanti uangnya toh diambil lagi.”
“Malu-maluin aja.”
“Saya tidak mau kelihatan nafsu. Kita harus tetap terlihat cool!”
“Saya enggak yakin bapak benar-benar akan memberikan uang itu..”
“Pasti ada orang lain yang lebih membutuhkannya….”
“Saya harus tunggu dulu instruksi yang lebih jelas…..”
“Saya takut salah, nanti cuma jadi tertawaan doang….”
“Saya, kan duduk jauh di belakang…”
dan seterusnya.
Saya jelaskan bahwa jawaban mereka sama persis dengan tindakan mereka sehari-hari.
Hampir setiap saat kita dilewati oleh rangkaian opportunity (kesempatan), tetapi kesempatan itu dibiarkan pergi begitu saja.
Kita tidak menyambarnya, padahal kita ingin agar hidup kita berubah.
Saya jadi ingat dengan ucapan seorang teman yang dirawat di sebuah rumah sakit jiwa di daerah Parung. Ia tampak begitu senang saat Saya dan keluarga membesuknya. Sedih melihat seorang sarjana yang punya masa depan baik terkerangkeng dalam jeruji rumah sakit bersama orang-orang tidak waras. Saya sampai tidak percaya ia berada di situ. Dibandingkan teman-temannya, ia adalah pasien yang paling waras.
Ia bisa menilai “gila” nya orang disana satu persatu dan berbicara waras dengan Saya. Cuma, matanya memang tampak agak merah. Waktu Saya tanya apakah ia merasasama dengan mereka, ia pun protes.
“Gila aja….ini kan gara-gara saudara-saudara Saya tidak mau mengurus Saya. Saya ini tidak gila. Mereka itu semua sakit…..”. Lantas, apa yang kamu maksud ’sakit’?”
“Orang ’sakit’ (gila) itu selalu berorientasi ke masa lalu, sedangkan Saya selalu berpikir ke depan. Yang gila itu adalah yang selalu mengharapkan perubahan, sementara melakukan hal yang sama dari hari ke hari…..,” katanya penuh semangat. Saya pun mengangguk-angguk.
Pembaca, di dalam bisnis, gagasan, pendidikan, pemerintahan dan sebagainya, Saya kira kita semua menghadapi masalah yang sama.
Mungkin benar kata teman Saya tadi, kita semua mengharapkan perubahan, tapi kita tak tahu harus mulai dari mana.
Akibatnya kita semua hanya melakukan hal yang sama dari hari ke hari,
Jadi omong kosong perubahan akan datang. Perubahan hanya bisa datang kalau orang-orang mau bergerak bukan hanya dengan omongan saja.
Dulu, menjelang Soeharto turun orang-orang sudah gelisah, tapi tak banyak yang berani bergerak.
Tetapi sekali bergerak, perubahan seperti menjadi tak terkendali, dan perubahan yang tak terkendali bisa menghancurkan misi perubahan itu sendiri, yaitu perubahan yang menjadikan hidup lebih baik.
Perubahan akan gagal kalau pemimpin-pemimpinnya hanya berwacana saja.
Wacana yang kosong akan destruktif.
Manajemen tentu berkepentingan terhadap bagaimana menggerakkan orang-orang yang tidak cuma sekedar berfikir, tetapi berinisiatif, bergerak, memulai, dan seterusnya.
Get Started.
Get into the game.
Get into the playing field, Now.
Just do it!.
Janganlah mereka dimusuhi, jangan inisiatif mereka dibunuh oleh
orang-orang yang bermental birokratik yang bisanya cuma bicara
di dalam rapat dan cuma membuat peraturan saja.
Makanya tranformasi harus bersifat kultural, tidak cukup sekedar struktural.
Ia harus bisa menyentuh manusia, yaitu manusia-manusia yang aktif, berinisiatif dan berani maju.
Manusia pemenang adalah manusia yang responsif.
Seperti kata Jack Canfield, yang menulis buku Chicken Soup for the Soul, yang membedakan antara winners dengan losers adalah
“Winners take action, they simply get up and do what has to be done”.
Selamat bergerak!
Sumber: Bergerak oleh Rhenald Kasali
We are not just conquering the world, but we are going green...
IKALKALIS JOBS | Today's Jobs
Friday, January 30, 2009
Bergerak !!!
Hidup Ini Sederhana
Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut.
* Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik.
Ada seorang anak menjadi murid di toko sepeda. Suatu saat ada seseorang yang mengantarkan sepeda rusak untuk diperbaiki di toko tsb. Selain memperbaiki sepeda tsb, si anak ini juga membersihkan sepeda hingga bersih mengkilap. Murid-murid lain menertawakan perbuatannya. Keesokan hari setelah sang empunya sepeda mengambil sepedanya, si adik kecil ditarik/diambil untuk kerja di tempatnya.
* Ternyata untuk menjadi orang yang berhasil sangat mudah, cukup punya inisiatif sedikit saja.
Seorang anak berkata kepada ibunya: "Ibu hari ini sangat cantik."
Ibu menjawab: "Mengapa?"
Anak menjawab: "Karena hari ini ibu sama sekali tidak marah-marah."
* Ternyata untuk memiliki kecantikan sangatlah mudah, hanya perlu tidak marah-marah.
Seorang petani menyuruh anaknya setiap hari bekerja giat di sawah.
Temannya berkata: "Tidak perlu menyuruh anakmu bekerja keras, tanamanmu tetap akan tumbuh dengan subur."
Petani menjawab: "Aku bukan sedang memupuk tanamanku, tapi aku sedang membina anakku."
* Ternyata membina seorang anak sangat mudah, cukup membiarkan dia rajin bekerja.
Seorang pelatih golf berkata kepada muridnya: "Jika sebuah bola jatuh ke dalam rerumputan, bagaimana cara mencarinya?"
Ada yang menjawab: "Cari mulai dari bagian tengah."
Ada pula yang menjawab: "Cari di rerumputan yang cekung ke dalam."
Dan ada yang menjawab: "Cari di rumput yang paling tinggi."
Pelatih memberikan jawaban yang paling tepat: "Setapak demi setapak cari dari ujung rumput sebelah sini hingga ke rumput sebelah sana ."
* Ternyata jalan menuju keberhasilan sangat gampang, cukup melakukan segala sesuatunya setahap demi setahap secara berurutan, jangan meloncat-loncat.
Katak yang tinggal di sawah berkata kepada katak yang tinggal di pinggir jalan: "Tempatmu terlalu berbahaya, tinggallah denganku."
Katak di pinggir jalan menjawab: "Aku sudah terbiasa, malas untuk pindah."
Beberapa hari kemudian katak "sawah" menjenguk katak "pinggir jalan" dan menemukan bahwa si katak sudah mati dilindas mobil yang lewat.
* Ternyata sangat mudah menggenggam nasib kita sendiri, cukup hindari kemalasan saja.
“YANG PALING PENTING, HIDUP INI HARUS BERMANFAAT BUAT ORANG LAIN.”
Kesalahan Umum Dalam Melamar Kerja
Sejak awal Anda harus menghindari kesalahan-kesalahan yang mungkin timbul saat melamar pekerjaan. Nah, ada baiknya Anda ketahui 8 kesalahan umum yang seringkali dilakukan para pencari kerja. Coba simak di bawah ini:
Surat-surat tidak lengkap
Jangan pernah menganggap sepele kelengkapan surat lamaran. Maka sebelum melayangkan surat lamaran Anda, periksa kembali kelengkapan dokumen Anda. Satu saja ketidaklengkapan surat lamaran Anda, bisa dijadikan alasan penolakan permohonan kerja. So, lengkapi selalu dokumen lamaran Anda.
Terlalu banyak referensi
Referensi memang perlu Anda sertakan bersama surat lamaran dan curriculum vitae (CV). Tapi mencantumkan daftar referensi yang kelewat panjang juga bisa menimbulkan salah pengertian. Bisa jadi, Anda akan dianggap suka memamerkan dan menonjolkan diri. Untuk itu, sertakan referensi yang memang benar-benar penting, yang sekiranya dapat menambah penilaian. Jika referensi Anda tidak berhubungan dengan pekerjaan yang Anda lamar sebaiknya tidak usah disertakan.
Datang terlambat
Jam karet memang sudah menjadi budaya di Indonesia tapi hendaknya jangan sampai menulari Anda. Sekali Anda datang terlambat saat wawancara pekerjaan, penilaian terhadap diri Anda akan minus. Apalagi jika Anda melamar ke perusahaan asing, biasanya tidak ada toleransi bagi keterlambatan. Maka cobalah untuk ontime setiap kali memenuhi panggilan wawancara kerja.
Pakaian kurang sopan
Kesan pertama seringkali dimulai dari penampilan. Karena itu cara Anda berbusana menjadi hal yang sangat penting saat Anda datang melamar pekerjaan atau memenuhi panggilan wawancara. Penyeleksi mempunyai penilaian tersendiri ketika melihat pelamar kerja. Karena itu gunakan busana yang sopan dan lazim digunakan untuk kesempatan panggilan kerja. Hal ini juga perlu diikuti dengan penampilan secara keseluruhan, seperti rambut dan dandanan wajah yang rapih, pemakaian sepatu dan tas yang pantas.
Salah tulis atau sebut nama
Pimpinan perusahaan akan sakit hati seandainya namanya ditulis atau diucapkan secara keliru. Hal ini akan mempengaruhi kewibawaan dan reputasinya. Usahakan agar meneliti kembali saat menulis nama orang dalam surat lamaran atau menyapa seseorang.
Mencantumkan ketrampilan palsu
Jangan sekali-kali mencantumkan atau mengakui ketrampilan yang tidak Anda miliki. Ingat, penyeleksi akan lebih jeli akan hal ini. Mereka akan terus meneliti bagian-bagian dalam CV atau daftar riwayat hidup yang dianggap terlalu dibuat-buat. Bahkan ada yang mempersiapkan tes praktek langsung untuk menguji kebenaran laporan Anda. Oleh sebab itu jangan coba-coba menonjolkan sesuatu yang tidak Anda miliki.
Bicara berbelit-belit
Wawancara merupakan 'moment' yang tepat bagi Anda untuk mengungkapkan siapa diri Anda sebenarnya. Biasanya pewawancara akan menanyakan semua segi yang berhubungan dengan CV atau daftar riwayat hidup yang telah Anda kirimkan. Dalam menyerap informasi dari Anda, mereka menggunakan logika berpikir secara rasional. Setiap uraian akan dihubungkan dengan keterangan sebelumnya. Karena itu jangan memberi keterangan yang berbelit-belit. Apabila penyeleksi menganggap Anda memberikan keterangan yang tidak jelas, jangan berharap diterima.
Meminta fasilitas di awal seleksi
Ini merupakan kesalahan yang cukup fatal bagi pelamar kerja. Jika belum ada keputusan diterima jangan sekalipun menuntut fasilitas ini itu. Anda akan dianggap bermental materialistis. Walaupun tujuan bekerja salah satunya mendapatkan kelayakan materi, tapi sebaiknya, Anda harus menekankan apa yang bisa Anda berikan daripada apa yang akan Anda dapatkan. Biasanya jika Anda bisa memberikan kontribusi terbaik, fasilitas akan mengikuti Anda.
Tetap Optimis Saat Mencari Pekerjaan
Siapa bilang mencari pekerjaan itu gampang? Rasanya kalimat itu sering sekali diucapkan oleh
semua orang dengan merujuk pada kenyataan yang ada sekarang ini. Namun tahukah anda
bahwa rasa frustrasi menunggu datangnya panggilan itu jauh lebih menyiksa? Hal itu
dikarenakan ketidakpastian yang melanda, yang membuat perasaan jadi tidak karuan. Memang
banyak orang yang memilih untuk bersikap masa bodoh dan cuek, namun berapa lama sih hal
itu bisa bertahan, apalagi kalau panggilan itu tidak kunjung datang?
Jangan remehkan rasa frustrasi ini, karena efeknya bisa panjang. Bisa-bisa saat anda benarbenar
mendapat panggilan, lamaran anda ditolak hanya karena pembawaan atau raut muka
anda yang kusut sebagai efek lanjutan dari rasa kesal tersebut. Mempertahankan keyakinan dan
motivasi memang sangat vital dalam fase ini, namun dengan kiat-kiat berikut, pertahankan
pemikiran positif anda.
1. Rajin- rajinlah ngobrol dengan teman
Akan lebih baik bila dalam situasi sulit seperti ini, anda mempunyai seorang teman
sebagai tempat curhat. Ingat-ingatlah saran-saran yang diberikannya, siapa tahu
bermanfaat bagi anda. Atur waktu teratur untuk bertemu dan berdiskusi, semakin
banyak masukan yang diberikan semakin baik bagi anda.
2. Buat catatan
Tetaplah hidup teratur dengan menyimpan catatan-catatan tentang nomor telepon atau
kapan dan kemana saja kita mengirim lamaran pekerjaan. Dengan mencatat hal-hal
kecil namun penting tersebut, akan lebih mudah saat melakukan follow-up.
3. Bagi waktu dengan baik
Atur dan tentukan berapa lama waktu yang akan dihabiskan untuk membuat surat
lamaran yang akan dikirimkan, melakukan riset pasar melalui website atau hal- hal lain
yang menyangkut lamaran pekerjaan. Dengan begitu, kita tidak berharap terlalu
banyak atau merasa kecewa saat tidak mampu menyelesaikan apa yang telah
ditargetkan tepat pada waktunya.
4. Tentukan tujuan
Motivasi adalah hal yang paling penting dalam mempertahankan harapan dan tidak
putus asa, jadi jangan buat target yang terlalu muluk-muluk. Tetaplah realistis dan
berusahalah untuk dapat konsisten menjalankannya. Sebagai contoh, jangan sampai
anda berencana untuk melakukan puluhan kali telepon dalam satu hari — anda hanya
akan menjadi depresi bila target tersebut tidak tercapai.
5. Perkuat keyakinan diri
jangan biarkan diri anda larut dalam frustrasi berkepanjangan! Bila anda memerlukan
peralatan kosmetik baru (parfum atau lipstick misalnya), makan dessert yang enak,
atau melakukan massage hanya supaya anda merasa lebih baik, lakukan saja. Lakukan
apapun yang bisa membuat perasaan anda lebih baik, sejauh hal itu tidak merugikan
diri sendiri atau orang lain. Dengan begitu, saat dipanggil untuk wawancara anda dapat
tampil lebih percaya diri dan tenang.
Sediakan waktu misalnya sekali dalam seminggu atau sebulan untuk berkumpul dengan
teman-teman anda (yang mungkin senasib), tanya perkembangan masing-masing
termasuk menjelaskan tentang perkembangan anda sendiri. Usahakan agar suasana
berlangsung santai dan tidak mengeluarkan banyak uang. Ingatlah bahwa tidak ada
orang yang berusaha mencari lowongan selama 24 jam, jadi tetaplah bergaul!
Menerima Kritik di Tempat Kerja
Walaupun Anda bekerja dalam tim, terkadang ada pekerjaan yang harus dijalankan sendiri tanpa campur tangan rekan kerja. Hasil kerja Anda umumnya membutuhkan masukan dari rekan kerja atau atasan untuk mengetahui kesalahan apa yang perlu diperbaiki atau kekurangan yang harus ditambahkan. Tentunya tidak semua masukan dari anggota tim akan diikuti, karena sebagai pelaksana dari pekerjaan tersebut, Andalah yang paling mengetahui kritik atau saran mana yang bisa diaplikasikan.
Terkadang ada anggota tim yang menyampaikan komentar yang tidak mengenakkan. Terdengar negatif, sehingga Anda menganggapnya sebagai kritik. Bentuk kritik apapun, baik membangun atau menjatuhkan, membutuhkan keterampilan dan cara tersendiri agar Anda tetap dapat melihatnya sebagai masukan yang dapat memberikan kontribusi baik bagi hasil kerja Anda.
Berikut ini adalah cara bijaksana menghadapi kritikan mengenai hasil kerja Anda.
1. Terima kenyataan bahwa Anda tidak sempurna.
Kesalahan adalah hal yang jamak terjadi. Siapkan diri Anda bahwa rekan kerja akan memberikan kritikan terhadap hasil kerja Anda. Yang perlu Anda lakukan adalah meminimalisir error dalam pekerjaan Anda dan mengantisipasi setiap kesalahan.
2. Antisipasi setiap kritik dengan bertanya pada diri sendiri, apa yang bisa saya pelajari dari kritik ini?
Apa yang bisa saya pelajari dari kritikan terhadap hasil kerja saya? Setiap kali darah Anda mulai mendidih karena kritikan pedas rekan kerja, ajukan pertanyaan ini ke diri Anda.
3. Perhatikan kritik dengan seksama.
Hal ini untuk menghindari kesalahan yang sama di masa yang akan datang. Catat masukan mereka dan perbaiki kesalahan tersebut. Jangan berpikir bahwa harga diri Anda akan jatuh karena mengakui kesalahan Anda, namun patut di ingat bahwa yang terpenting adalah memberikan yang terbaik bagi perusahaan.
4. Don’t take it personally and be positive.
Kritik pedas rekan kerja terhadap hasil kerja Anda tidak berarti bahwa dia tidak menyukai Anda secara pribadi atau menganggap Anda tidak kompeten melakukan tugas Anda. Rekan Anda hanya ingin Anda melakukan yang terbaik dan terus meningkatkan performa kerja Anda. Ingatlah bahwa yang dikritik adalah hasil kerja bukan Anda secara pribadi.
5. Jangan hanya fokus dengan kritik negatif.
Orang mempunyai kecenderungan untuk hanya mendengar hal-hal negatif dan tidak menghiraukan hal positif yang sesungguhnya bisa diambil dari kritik tersebut. Buka pikiran Anda dan temukan hal positif dari setiap kritik rekan kerja maupun atasan.
6. Analisa setiap kritik yang datang.
Anda membutuhkan waktu untuk memproses setiap kritik. Keputusan ada ditangan Anda, apakah Anda menerima kritikan tersebut dan memperbaiki hasil kerja Anda atau bahkan tidak melakukan apa-apa. Namun, jika kritikan yang sama mulai sering terdengar, perhatikanlah. Ada kemungkinan bahwa memang hasil pekerjaan Anda tidak cukup baik. Jika demikian, perbaiki cara kerja Anda.
7. Acuhkan jika kritik tersebut tidak membangun.
ika Anda menerima kritik yang tidak membangun bahkan cenderung menjatuhkan, tidak ada cara yang lebih baik selain mengacuhkannya. Kritikan yang tidak membangun akan melukai rasa percaya diri Anda yang pada akhirnya akan mempengaruhi kinerja dan produktifitas Anda sebagai karyawan. Bagaimana contoh kritikan destruktif? Pemakaian kata-kata seperti bodoh, goblok atau kata yang bisa melemahkan rasa percaya diri adalah contoh kritikan yang patut diabaikan. Secara umum kritikan seperti ini tidak akan meningkatkan performa kerja Anda sebagai karyawan.
Remember! :
Yang membuat Anda tersinggung adalah karena Anda meletakkan harga diri Anda di atas penampilan Anda, baik itu prestasi, kekayaan, jabatan atau apapun juga yang sifatnya fana. Sebaliknya, jika Anda meletakkan rasa berharga Anda di atas apa adanya diri Anda sebagai manusia ciptaan Tuhan yang tidak kekal, Anda tidak akan mudah tersinggung dan berlapang dada ketika menerima kritik.
Tentukan Target Karir Anda
Dalam bekerja dan berkarir, salah satu cara memotivasi Anda sebagai karyawan agar tetap bersemangat tinggi adalah dengan menetapkan target karir yang harus dicapai. Target yang dimaksud bukanlah target yang ditetapkan perusahaan, namun yang di set oleh Anda pribadi.
Target yang tercapai akan memberi Anda kepercayaan diri lebih dalam bekerja dan berkarir. Selain itu, pencapaian tersebut juga akan jadi motor yang mendorong Anda untuk terus maju dalam pekerjaan dan karir Anda.
Pencapaian atau target yang ingin Anda raih bisa berbentuk apa saja. Contohnya, Anda ingin menjadi manager dalam waktu 5 tahun, atau Anda ingin gaji Anda naik dalam jangka waktu 6 bulan. Apapun bentuk target itu, pastikan hal tersebut akan mendorong Anda untuk bekerja lebih giat.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan target kerja dan karir adalah
1. Tuliskan target Anda.
Tuliskan hal-hal yang ingin Anda perbaiki dalam menjalankan pekerjaan, hal-hal positif dan negatif dari pekerjaan Anda. Kemudian tuliskan target Anda secara terperinci, lengkap dengan target waktu dan usaha yang diperlukan untuk mencapai target tersebut. Lalu jadikan keduanya reminder untuk tetap konsisten meraih target.
2. Jangan ragu untuk minta bantuan dari orang lain.
Saat semangat Anda mulai melemah karena Anda menghadapi kegagalan dan dead lock dalam pencapaian target Anda, carilah dukungan dari orang lain. Bantuan tersebut bisa berasal dari senior Anda di kantor atau siapa saja, dan bisa dalam berbagai bentuk seperti nasehat, mentoring, bimbingan karir dan lain sebagainya.
3. Lakukan tindakan nyata.
Target hanya akan jadi sekedar mimpi jika tidak ada tindakan nyata yang diambil. Cara terbaik adalah dengan kerja keras dan komitmen untuk meraihnya. Jika dalam meraih target Anda perlu mengasah keterampilan Anda, maka carilah jalan untuk belajar. Jika Anda harus lembur demi pekerjaan, lakukanlah tanpa mengeluh.
5. Rayakan setiap pencapaian.
Jangan lupa untuk memberikan penghargaan kepada diri Anda setiap kali Anda berhasil mencapai target, sekecil apapun itu. Setiap langkah pencapaian akan jadi motivasi untuk terus meraih target kerja dan karir selanjutnya.
Remember! :
Tanpa target, Anda akan berjalan di tempat. Kalaupun Anda memaksakan untuk berjalan, Anda akan tersesat. So, tuliskan target kerja dan karir Anda sekarang!
Berburu Kerja Dikala Krisis
Keadaan ekonomi dunia yang berada di ambang krisis saat ini mengingatkan kita kembali pada masa 10 tahun lalu ketika banyak industri mengalami kemunduran dan karyawan harus kehilangan pekerjaannya. Walaupun banyak ahli mengatakan bahwa keadaan krisis global saat ini tidak mempengaruhi Indonesia seperti tahun 1998 lalu, namun tidak bisa dihindari bahwa beberapa sektor yang terkait akan mengalami perubahan, paling tidak restrukturisasi.
Dengan jumlah pengangguran yang telah mencapai 9,43 juta jiwa (sampai dengan Februari 2008 berdasarkan info dari BPS), bukan tidak mungkin angka itu akan terus bertambah ketika krisis global akhirnya berdampak besar pada negara ini.
Tidak ada salahnya bersiap. Jika nantinya Anda jadi salah satu orang yang terkena imbas dari krisis ekonomi global, berikut adalah beberapa tips yang bisa Anda aplikasikan untuk mencari kesempatan lain di tengah iklim ekonomi dalam negeri yang tidak kondusif.
1. Tentukan dan tuliskan target Anda dengan spesifik.
Kemampuan untuk menentukan target dan membuat rencana untuk mencapainya adalah salah satu kemampuan yang wajib dimiliki seorang profesional. Jangan lupa bahwa Anda harus membuat target dan rencana yang sesuai dengan kemampuan dan situasi yang ada. Menuliskan target juga berfungsi sebagai reminder kemajuan atau kemunduran yang Anda alami.
2. Curahkan waktu dan energi Anda untuk melaksanakan rencana yang telah Anda formulasikan.
Dalam hal ini, pilih dengan seksama pekerjaan dan perusahaan yang Anda "incar" dan selalu update dengan informasi mengenainya.
3. Jika memungkinkan, fokuskan target Anda di bidang yang justru mengalami pertumbuhan di masa krisis.
Contoh: ketika harga minyak bumi meroket, permintaan akan sumber energi lain yang lebih murah meningkat. Fokuskan pencarian Anda di bidang ini atau bidang lain yang tidak terkena dampak krisis.
5. Perhatikan detail ketika mencari pekerjaan.
Kemungkinan besar banyak orang yang berburu pekerjaan seperti Anda. Perhatikan setiap detail dalam melamar pekerjaan agar resume Anda stand out dari resume lainnya. Tips khusus; buat sendiri surat lamaran Anda dan hindari memakai template yang banyak dipakai orang, sesuaikan tiap surat lamaran dan CV Anda dengan kualifikasi perusahaan, dan tindak lanjuti setiap interview dengan menelpon perusahaan yang bersangkutan.
6. Jadi freelancer
Jika Anda punya keahlian lain yang menghasilkan income, jangan segan untuk memanfaatkannya, sambil tetap mencari kesempatan yang telah Anda targetkan. Banyak contoh membuktikan bahwa menekuni pekerjaan paruh waktu bisa memberikan penghasilan lebih besar dibandingkan bekerja dibidang formal.
7. Terbuka terhadap banyak kesempatan
Walaupun Anda telah memiliki target yang spesifik, bukan berarti Anda tidak mempertimbangkan tiap kesempatan yang datang ke hadapan Anda. Menjadi fleksibel bukan berarti Anda tidak konsisten terhadap diri sendiri, namun menunjukkan bahwa Anda bisa beradaptasi terhadap perubahan yang Anda.
8. Tetap objektif.
Orang biasanya jadi emosional dan subjektif ketika keadaan tidak berjalan sesuai dengan rencana. Ingatlah bahwa Anda tidak bisa mengontrol keadaan di luar sana, seperti kondisi krisis global, atau pasar saham yang fluktuatif. Namun Anda bisa mengontrol emosi Anda. Kehilangan kesabaran dan akal sehat hanya akan memperburuk situasi. Tetap "cool" dan berusahalah untuk berpikir objektif.
9. Be positive and optimist
Hal terpenting saat mencari kerja di saat keadaan ekonomi yang sulit adalah mempertahankan sikap positif dan optimis. Walaupun terdengar klise, kedua sikap ini akan membuat Anda tetap bersemangat mencari kesempatan yang terbaik untuk Anda. Tetap ingatkan diri Anda bahwa kesulitan ini, seperti kesulitan-kesulitan lain dalam hidup, akhirnya akan berlalu.
Sebagai kabar baik untuk Anda, tanggal 7–9 November nanti ada ribuan kesempatan kerja yang dibuka oleh ±160 perusahaan lokal dan multinasional di Balai Kartini Expo, Jakarta. Pastikan Anda tidak melewatkan kesempatan ini.
Remember! :
Masa depan Anda di tangan Anda.
Kiat Menghadapi Restrukturisasi
Salah satu cara perusahaan untuk bertahan di tengah situasi ekonomi yang tidak terlalu menggembirakan adalah dengan melakukan restrukturisasi. Perubahan dalam struktur dan strategi perusahaan yang terjadi juga membuat restrukturisasi jadi hal yang lazim dilakukan.
Jika Anda adalah salah satu karyawan yang ´terkena´ imbas dari restrukturisasi, ingatlah bahwa Anda tidak sendiri. Banyak karyawan di luar sana yang mengalami hal yang sama dan mulai bersiap-siap untuk kembali ke medan pencari kerja.
Berikut adalah strategi agar Anda survive menghadapi restrukturisasi.
1. Selidiki.
Cari informasi hal yang menyebabkan Anda harus ´pergi´ dari perusahaan. Jika Anda terkena pemutusan hubungan kerja karena perusahaan memang harus melakukan restrukturisasi, mintalah surat referensi. Dokumen ini penting sebagai aset Anda ketika harus mencari kerja lagi. Jika sebab pemutusan hubungan kerja adalah ketidakpuasan perusahaan terhadap Anda, carilah informasi penyebabnya. Dengan demikian Anda dapat memperbaiki kelemahan Anda sebelum Anda mencari pekerjaan baru.
2. Dapatkan informasi jelas tentang hak-hak Anda.
Umumnya karyawan yang terkena pemutusan hubungan kerja mendapatkan uang pesangon. Hubungi HRD dan tanyakan dengan detail mengenai uang pesangon ini. Jika selama bekerja Anda mendapatkan asuransi kesehatan dan jiwa, tanyakan juga apa yang harus Anda lakukan jika Anda ingin melanjutkannya atau menghentikannya. Jika Anda memiliki saham atas perusahaan tempat Anda bekerja selama ini, tanyakan juga apa yang harus Anda lakukan.
3. Maintain your network.
Memang sulit membicarakan masalah pemutusan hubungan kerja dengan rekan kerja yang tidak mengalami hal yang sama. Namun tetap memelihara hubungan baik dengan mantan rekan kerja adalah salah satu cara mendapatkan akses ke informasi lowongan kerja.
4. Buat prioritas.
Terkadang mengalami pemutusan hubungan kerja membantu Anda untuk duduk sejenak dan memikirkan prioritas hidup Anda. Jika Anda ingin terus bekerja, take a deep breath dan mulailah menyusun rencana apa yang bisa Anda lakukan untuk memperbaiki kualitas Anda sebagai karyawan, baik kualitas teknikal maupun interpersonal.
5. Lengkapi hal-hal dasar yang dibutuhkan untuk mencari kerja baru.
Hal yang utama adalah mengupdate pengetahuan Anda tentang keadaan dunia kerja secara umum, tren kerja di bidang yang Anda minati, dan tentu saja resume Anda. Carilah informasi sebanyak-banyaknya hal mendasar dan baru dalam mencari kerja seperti tips menulis resume yang mencuri perhatian perusahaan, cara sukses menghadapi interview, sampai dengan cara negosiasi gaji.
6. "Pasarkan" diri Anda dengan efektif.
Banyak cara melakukan ini. Anda bisa bergabung dengan di media penyedia informasi lowongan kerja online (seperti JobsDB.com) atau bergabung dengan milis yang fokus pada lowongan kerja.
7. Keep the positive mind and attitude.
Mengalami pemutusan hubungan kerja memang sulit, namun Anda bisa melihatnya sebagai sebuah kesempatan untuk meraih karir impian Anda di tempat lain dan mendapatkan kepuasan kerja yang baru. Bersikap dan berpikir positif juga akan membantu Anda untuk tetap tenang dan bijaksana menghadapi tantangan baru dalam mencari pekerjaan bahkan karir baru.
Survive dari restrukturisasi bisa dilakukan dengan sukses bila Anda memiliki target yang jelas, rencana kerja yang tepat dan sikap positif.
Remember! :
Krisis tidak hanya membuat Anda semakin kuat, tetapi juga memunculkan siapa diri Anda sebenarnya. So, siapkan diri Anda sebelum krisis datang ke dalam kehidupan Anda.
Mencari Kerja Saat Masih Bekerja
Ketika sebuah pekerjaan tidak lagi memberikan kepuasan, baik dari segi kompensasi maupun hal immaterial lainnya, keinginan untuk pindah kerja adalah hal yang wajar. Mencari pekerjaan baru lebih baik dilakukan ketika Anda masih bekerja, selain karena perusahaan juga lebih memilih kandidat yang masih bekerja daripada yang sudah unemployed, Anda juga masih bisa "berjaga-jaga" jika pekerjaan yang baru tak kunjung Anda dapatkan.
Mencari pekerjaan di saat Anda masih bekerja memang membutuhkan trik khusus. Anda tentunya tidak mau perusahaan sudah mencari pengganti Anda saat Anda masih bekerja dan belum memiliki kepastian mendapatkan pekerjaan baru. Anda juga tidak ingin perusahaan ´melepaskan´ Anda karena Anda ´kepergok´ mencari pekerjaan baru. Jika Anda telah bertekad untuk pindah kerja, namun pada saat yang sama Anda juga ingin mempertahankan pekerjaan dan profesionalitas Anda, berikut adalah tips yang bisa dilakukan.
1. Perhatikan penggunaan Internet dan telepon kantor.
Sangat umum bagi karyawan untuk melakukan job search di kantor, namun perhatikan kebijakan kantor mengenai pemakaian Internet. Tentunya tidak ada perusahaan yang mengizinkan karyawannya untuk mencari pekerjaan disaat ia masih bekerja. Jika Anda ingin browsing pekerjaan, lakukan di luar jam kantor atau di rumah. Jangan pernah menggunakan email dan telepon kantor untuk keperluan mencari kerja. Jika Anda harus menerima telepon yang berkaitan dengan pencarian kerja, keluarlah dari area kantor untuk menghindari kemungkinan orang lain bisa mencuri dengar.
2. Jangan gunakan fasilitas kantor!
Jika Anda harus mencetak resume, pakai kertas dan printer Anda sendiri. Perusahaan tidak seharusnya membayar biaya pencarian kerja Anda.
3. Hindari untuk membicarakan upaya Anda mencari kerja dengan rekan kerja Anda.
Lebih baik Anda simpan cerita tentang usaha Anda mencari kerja untuk menghindari hal-hal yang tidak Anda inginkan.
4. Jadwalkan interview kerja di luar jam kantor.
Atur jadwal pada waktu sebelum atau sesudah jam kerja, atau di jam makan siang. Jika perusahaan yang ingin mewawancara Anda tidak bisa melakukan interview di waktu-waktu tersebut, ambil a day off. Namun ambil cuti dengan bijaksana agar tidak mengganggu pekerjaan Anda.
5. Hati-hati dengan gaya busana Anda. Jangan kenakan busana interview yang formal bila Anda biasa ke kantor dengan busana casual. Jika Anda wanita dan memakai makeup ketika menghadapi interview, jangan lupa untuk menghapusnya kalau Anda tidak biasa memakainya ke kantor.
6. Jangan memakai nama atasan Anda sekarang sebagai referensi.
Jika perlu jelaskan kepada perusahaan yang mewawancarai Anda kalau Anda tidak bisa menggunakannya nama atasan Anda sekarang sebagai referensi karena Anda ingin merahasiakan upaya Anda untuk mencari kerja.
7. Tetap kerjakan pekerjaan Anda dengan professional.
Tetap dedikasikan diri Anda untuk pekerjaan Anda yang sekarang. Jika Anda mulai mengabaikan pekerjaan Anda yakinlah bahwa hal ini akan berakibat buruk bagi kredibilitas Anda dimata perusahaan. Meninggalkan perusahaan dengan nama yang tidak baik akan berakibat pada referensi untuk Anda nantinya.
Remember! :
Kesuksesan dalam berkarir hanya bisa dibangun, bukan ditemukan. So pastikan Anda lebih giat membangun karir yang telah Anda miliki sekarang ketimbang terus mencari pekerjaan baru.
Menghadapi Atasan Yang Tidak Kompeten
Semua karyawan menginginkan atasan yang ideal, seorang pemimpin yang bisa diteladani, bisa memberikan motivasi dan inspirasi bagi bawahannya, memiliki keterampilan yang tidak diragukan dan seorang pengambil keputusan yang jitu.
Namun tidak sedikit orang yang memiliki jabatan penting tidak memiliki kriteria seorang atasan yang ideal. Mungkin salah satunya adalah atasan Anda. Atasan atau bos Anda mempunyai kepribadian yang sulit dan defensif, jarang mengambil keputusan yang tepat dan tidak bisa menerima masukan bawahannya walaupun sesungguhnya sangat bergantung pada bawahan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan/proyek.
Tentunya saja atasan yang tidak kompeten seperti deskripsi di atas membuat suasana kerja tidak kondusif. Akibatnya produktifitas kerja menurun dan Anda tidak memiliki semangat dan dedikasi terhadap pekerjaan Anda.
Situasi yang memang sulit bagi Anda, namun jangan terburu-buru untuk pindah pekerjaan. Sesungguhnya Anda bisa menjadikan situasi ini sebagai situasi yang menguntungkan Anda. Beradaptasi dengan "gaya" kepemimpinan seperti ini akan menambah pengalaman Anda dalam berkarir.
Hal-hal penting yang harus diperhatikan dalam menghadapi bos yang tidak kompeten dan pada saat yang tidak membahayakan pekerjaan Anda adalah sebagai berikut:
1. Jangan mengambil alih tanggung jawab bos.
Lakukan pekerjaan yang jadi tanggung jawab Anda. Anda dibayar untuk melakukan pekerjaan Anda, bukan menjadi bumper setiap kali pekerjaan bos berantakan. Bila perlu simpan job description Anda yang biasanya tertera dalam kontrak kerja.
2. Ketika menghadapi krisis, sementara bos Anda tidak ada di tempat, mintalah saran dari atasan bos Anda.
Hal ini mungkin akan membuat bos Anda tampak buruk di mata atasannya, namun Anda tidak harus bertanggung jawab atas pekerjaan bos Anda.
3. Dokumentasikan semua hasil pekerjaan Anda.
Hindari kemungkinan bahwa hasil kerja dan ide-ide Anda di claim oleh bos Anda. Cara mudah melakukannya adalah dengan mendokumentasikan setiap hasil pekerjaan Anda dan menyampaikan kepada bos Anda melalui email. Miliki juga fail pribadi pekerjaan Anda beserta kopi semua review pekerjaan Anda.
4. Berikan performa kerja yang konsisten.
Anda adalah seorang professional, berikan yang terbaik untuk perusahaan dan jangan biarkan bos yang tidak kompeten menghalangi karir Anda. Percayalah ada yang memperhatikan hasil pekerjaan Anda selain atasan Anda.
5. Jadilah anggota tim yang bisa diandalkan.
Bawahan bos Anda mungkin bukan hanya Anda. Bantulah setiap anggota tim Anda agar target kerja tim bisa tercapai.
6. Amati setiap perubahan dalam perusahaan Anda.
Higher management pada akhirnya akan melihat performa bos Anda dan ada kemungkinan terjadi perubahan dalam struktur organisasi. Jika hasil kerja Anda konsisten dan ide-ide Anda untuk pekerjaan selalu cemerlang, bukan tidak mungkin manajemen perusahaan akan menjadikan Anda pengganti bos Anda.
7. Jauhi lingkaran gossip.
Wajar bila Anda membutuhkan tempat untuk mencurahkan uneg-uneg yang disebabkan lingkungan kerja yang tidak sehat. Besar pula kemungkinan bos Anda akan jadi bahan pembicaraan karena tidak kompeten. Namun sangat disarankan Anda untuk ‘mendiskusikan’ pekerjaan Anda dengan orang di luar kantor. Informasi sangat mudah menyebar dalam lingkungan kantor. Gosip bisa berakibat buruk bagi Anda.
Remember! :
Sebagai orang yang professional, wajib hukumnya bagi Anda untuk memberikan yang terbaik bagi perusahaan, apapun kondisinya. So, sekalipun atasan langsung Anda tidak kompeten, tidak berarti karir Anda terganggu olehnya.
Kembalikan Semangat Kerja Anda
Pernahkah Anda merasa pekerjaan yang dulu Anda cintai sekarang terasa menguras energi dan emosi Anda? Setiap hari, rutinitas Anda sebagai seorang karyawan dimulai oleh hal yang sama. Bangun pagi, menghadapi macet di jalan, menjawab email, menerima telepon, menghadapi pekerjaan dan bos yang sama setiap hari. Hidup Anda seakan seperti serangkaian film lama yang diputar berulang-ulang. Tantangan yang dulu diberikan pekerjaan Anda sekarang hanya sekedar rutinitas yang melelahkan belaka.
Terasa sangat membosankan bukan ?
Sebelum Anda mengambil langkah drastis seperti pindah kerja, berikut adalah tips yang bisa Anda lakukan untuk membangkitkan semangat lagi terhadap pekerjaan Anda.
1. Cuti.
Memaksakan diri untuk terus bekerja ketika Anda tak bersemangat dan merasa tidak berenergi akan sia-sia. Hasil kerja Anda tidak akan maksimal dan semangat kerja Anda semakin menurun. Lagipula, tips selanjutnya dibawah ini akan lebih maksimal jika dikerjakan setelah Anda kembali dari cuti.
2. Delegasikan beberapa tanggung jawab Anda.
Dengan demikian Anda terhindar dari lelah dan perasaan bosan mengerjakan pekerjaan yang sama setiap hari.
3. Temukan proyek baru.
Ajukan permohonan kepada bos Anda bahwa Anda ingin mencoba mengerjakan proyek baru. Ingatlah bahwa proyek ini bukan sekedar media untuk menyalurkan kebosanan Anda namun tetap merupakan tanggung jawab Anda.
4. Add some fun to your work place.
Banyak cara untuk melakukan hal ini, seperti bawa puzzle ke kantor, letakkan benda favorit Anda di meja seperti action figure atau mainan lain. Atau lebih dahsyat lagi, pajang foto orang-orang yang Anda cintai seperti istri, anak, orang tua, karena untuk merekalah Anda bekerja dengan keras.
5. Rencanakan aktifitas yang Anda sukai sepulang kerja.
Shopping di malam hari, bertemu teman di kafe atau berolah raga di gym bisa jadi pilihan.
6. Jika keadaan financial Anda tidak bermasalah, ambil cuti di luar tanggungan.
Jangan lihat cuti ini sebagai kesempatan untuk berlibur namun jadikan waktu ini untuk meng-update keterampilan Anda.
Remember! :
Motivasi yang paling ampuh adalah motivasi yang datang dari diri Anda sendiri akibat pengaruh dari orang-orang yang Anda cintai, so pastikan Anda bekerja untuk orang-orang yang Anda cintai.
Tetap Konsentrasi di Tengah Interupsi
Anda sedang bekerja dengan penuh konsentrasi di meja Anda. Deadline di depan mata dan atasan Anda tampaknya malah berniat untuk menambah load kerja Anda hari ini. Tiba-tiba di tengah konsentrasi penuh seorang rekan kerja datang ke kubikel Anda dan mengajak Anda mengobrol. Konsentrasi Anda terpecah, pekerjaan terhambat namun Anda merasa segan untuk ’mengusir’ rekan kerja Anda.
Interupsi di tengah kerja seperti hal di atas adalah salah satu faktor yang menyebabkan produktifitas karyawan terganggu. Bahkan ada penelitian yang menyebutkan bahwa seorang karyawan diinterupsi 1 kali dalam setiap 9 menit. Pekerjaan yang seharusnya selesai dalam waktu 3 jam, terpaksa diselesaikan dalam waktu yang lebih lama. Bagi pekerja kreatif, tidak jarang inspirasi harus melayang dan hilang karena distraction dari orang yang datang .
Masalah ini sering dialami oleh cubicle dweller atau penghuni kubikel. Tidak ada pintu yang membatasi kubikel kerja Anda dengan orang lain, atau melindungi Anda dari interupsi orang yang datang ke meja membuat Anda sulit untuk berkonsentrasi atau bahkan mengembalikan mood kerja Anda .
Berikut adalah beberapa trik ampuh yang bisa membantu untuk meneruskan pekerjaan Anda di tengah interupsi yang datang ke kubikel Anda.
1. Utamakan pekerjaan Anda.
Ketika rekan kerja mulai memasuki wilayah kubikel Anda, dengan sopan katakan terus terang kalau Anda sedang menghadapi tenggat dan Anda tidak ada waktu untuk berbicara dengannya kecuali masalah pekerjaan yang mendesak. Berikan janji bahwa rekan kerja Anda bisa berbicara dengan Anda di lain waktu.
2. Jangan memulai pembicaraan.
Jika seseorang datang ke meja Anda, tetap kerjakan hal yang Anda sedang kerjakan sebelumnya. Teruskan membaca laporan di layar komputer, menghitung dengan kalkulator, menelpon, menulis memo atau apa saja.
3. Tanamkan kebiasaan yang sama ketika Anda hendak ’bertandang’ ke kubikel rekan kerja. Ketuk partisi sebelum masuk ke wilayah kubikel mereka dan tanyakan apakah Anda mengganggu pekerjaan mereka. Biasakan untuk berkomunikasi dengan rekan kerja melalui messenger atau email. Lama-kelamaan rekan kerja akan mempunyai kebiasaan yang sama dengan Anda.
4. Jangan memulai kontak mata.
Jika Anda mendongak dan menatap wajah sang intruder, sama saja dengan Anda mengundangnya untuk duduk dan mengobrol dengan Anda.
5. Buatlah sign bertuliskan : "Do not disturb", "Work In Progress" dan tempelkan di kubikel Anda ketika Anda sedang bekerja. Rambu ini memberi clue bahwa Anda sedang tidak bisa diganggu.
6. Perhatikan bahasa tubuh Anda.
Badan yang menyandar ke kursi dengan santai, mata yang tidak fokus ke layar komputer, bertopang dagu, tangan tidak memegang mouse adalah tanda-tanda bagi orang lain bahwa Anda siap untuk diganggu.
7. Jika perlu, singkirkan kursi tamu di depan meja Anda, atau letakkan setumpuk file di atasnya. Ini adalah cara halus untuk "menolak" intruder datang ke meja Anda.
8. Carilah tempat lain untuk menyelesaikan pekerjaan Anda.
Jika sang intruder masih juga datang dan mengganggu pekerjaan Anda walaupun Anda telah melakukan hal di atas, carilah ruang lain yang kosong dan selesaikan pekerjaan Anda.
Remember! :
Salah satu modal utama seorang professional untuk mencapai puncak karirnya adalah "waktu", So gunakan waktu Anda semaksimal mungkin.
Resolusi Karir Anda di Tahun ini
Jika Anda membuat resolusi di awal tahun lalu, maka akhir tahun ini adalah saat yang tepat untuk mengevaluasi pencapaian yang telah Anda raih, salah satunya pencapaian karir Anda. Tentu ada resolusi yang Anda raih dengan sukses dan mungkin ada juga beberapa target tahun ini tidak tercapai dengan sempurna.
Sebagai seorang professional, New Year resolutions membantu Anda untuk lebih bersemangat, fokus dan terarah dalam menjalani dan meningkatkan kehidupan karir Anda. Anda bebas untuk menentukan resolusi karir Anda di tahun depan, namun be real and be kind of yourself . Resolusi yang dibuat tanpa mempertimbangkan kemampuan dan kapasitas Anda tidak akan membantu Anda untuk menjadi fokus dan terarah dalam mencapai peningkatan dalam karir.
Anda tidak perlu mempelajari hal yang tidak sesuai dengan bidang Anda, namun tanamkan dalam mind set Anda bahwa setiap hari baru adalah ilmu baru. Contohnya, Anda bisa belajar satu fitur baru dalam sebuah software setiap hari, atau membaca satu artikel yang berkaitan dengan bidang Anda setiap harinya. Bayangkan hal yang akan Anda dapatkan dalam 365 hari.
2. Get more passionate of your work! .
Apapun alasan Anda untuk bekerja, dan apapun halangan yang Anda hadapi dalam berkarir, jika Anda selalu bersemangat dalam menjalani tugas, segalanya akan terasa lebih ´ringan´ dan worth to try.
3. Kembangkan dan jaga jejaring Anda.
Sesuai dengan kapasitas Anda sebagai seorang profesional, targetkan jumlah professional contacts yang harus Anda tambah setiap hari, minggu atau bulannya. Pada saat yang sama jangan lupa untuk tetap menjaga hubungan baik dengan contacts yang sudah Anda miliki. Banyak cara melakukan ini, contohnya bergabung dan berpartisipasi dalam organisasi, baik di dalam maupun di luar lingkungan kantor, atau mengirimkan kartu ucapan Happy Holidays untuk professional contact Anda. Jejaring yang luas akan membantu perkembangan karir Anda.
4. Ciptakan suasana kerja yang kondusif.
Di luar waktu istirahat, dalam sehari Anda menghabiskan hampir 50% waktu Anda di tempat kerja. Suasana kerja yang nyaman membantu Anda bekerja dengan lebih baik. Jika kubikel Anda terasa sempit, mulailah menyortir barang-barang yang bisa Anda singkirkan. Jika rekan kerja Anda terasa menghambat kinerja Anda, segera selesaikan masalah yang ada.
5. Keluar dari zona nyaman Anda.
Terlalu lama ´terlena´ dalam rutinitas sehari-hari atau berlama-lama berada di status quo bisa membuat Anda lambat atau tidak berkembang sama sekali. Cobalah hal baru setiap ada kesempatan. Jika selama ini Anda tidak pernah jadi PIC sebuah proyek, padahal Anda merasa memiliki kemampuan, jangan segan untuk mengajukan diri Anda.
7. Lebih seimbang di kehidupan karir dan pribadi.
Bekerja keras sepanjang waktu dan mengabaikan kesehatan mental Anda akhirnya membuat Anda ´lelah´ akan kehidupan Anda. Sediakan waktu untuk kepentingan pribadi Anda dengan tetap melakukan hobi Anda, aktif dalam ´lingkaran pertemanan´ dan lain sebagainya.
Pada akhirnya semua yang Anda lakukan bermuara pada satu tujuan yaitu peningkatan profesionalitas dan karir Anda. Resolusi hanya membantu Anda untuk lebih terarah dan tetap dalam jalur yang tepat dan seimbang dalam meraih pencapaian dalam karir.
Remember! :
Tanpa target Anda akan berjalan di tempat. Kalaupun Anda memaksakan untuk berjalan, Anda akan tersesat. So tulislah target Anda sekarang.
Manajemen Kerja Efektif
So little time, so many to do. Mungkin hal ini sudah jadi hal rutin Anda alami dalam pekerjaan. Load pekerjaan Anda terlalu banyak, sementara jam kerja terasa tidak cukup untuk menyelesaikan semua pekerjaan dengan maksimal.
Bertanggung jawab menyelesaikan pekerjaan Anda dengan hasil yang sempurna adalah hal yang diharapkan dari Anda sebagai seorang profesional. Tetapi, terkadang ada saat ketika Anda merasa kewalahan untuk mengatur waktu kerja Anda. Berikut adalah tips praktis manajemen yang bisa Anda terapkan agar di masa yang akan datang, Anda bisa bekerja dengan lebih efektif dan produktif.
1. Catat aktifitas Anda.
Buat jurnal yang mencatat setiap aktifitas Anda dan waktu yang diperlukan untuk menyelesaikannya. Buat sedetail mungkin dan jujur. Jika Anda menghabiskan 10 menit untuk membaca email pribadi Anda atau lebih dari ? jam untuk ´ngobrol´ di telepon, maka tulislah. Buat jurnal aktifitas setiap hari paling tidak selama satu minggu.
2. Analisa aktifitas Anda.
Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memilah aktifitas yang memang menjadi tugas Anda dan seharusnya tidak Anda lakukan. Analisa prioritas untuk tiap aktifitas Anda; aktifitas mana yang bisa didelegasikan, aktifitas yang memakan waktu lama, aktifitas yang tidak produktif dan lain sebagainya.
3. Lihat kembali job description Anda.
Apakah aktifitas kerja Anda sehari-hari sesuai dengan job description yang tertera di kontrak kerja? Apabila ternyata pekerjaan Anda selama ini telah melenceng jauh dari deskripsi kerja Anda, maka segeralah diskusikan hal ini kepada atasan Anda. Jangan lupa membawa jurnal kerja Anda dan deskripsi kerja Anda sebagai perbandingan. Memahami tugas dan tanggung jawab Anda sebagai seorang professional adalah dasar untuk mengelola waktu Anda dengan efektif.
4. Tuliskan target pencapaian Anda untuk perhari, perminggu, perbulan atau bahkan pertahun.
Daftar target dalam bentuk tertulis membantu Anda untuk menyusun rencana dan strategi yang harus Anda jalankan untuk meraihnya. Selain itu, daftar ini akan jadi pemacu dan pengingat tentang target Anda.
5. Mengurangi atau bahkan menghilangkan aktifitas yang tidak dalam top priority .
Dengan jurnal yang dengan detail memuat jenis aktifitas, prioritas dan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikannya, singkirkan aktifitas yang tidak perlu dikerjakan di kantor. Dengan demikian Anda mempunyai waktu lebih untuk mengerjakan pekerjaan yang sesuai dengan deskripsi kerja Anda.
6. Buat daftar pekerjaan yang harus Anda kerjakan setiap hari.
Memang terlihat sederhana, namun daftar ini membantu Anda untuk disiplin mengerjakan pekerjaan Anda tiap hari.
Akan selalu ada hambatan dalam menjalankan strategi manajeman waktu seperti ini. Terkadang Anda melewatkan tenggat, atau tidak mendapatkan dukungan dari rekan sekerja, namun ingatlah bahwa Anda bertanggung jawab atas hasil kerja Anda. Seiring berjalannya waktu, jika Anda konsisten dengan rencana kerja Anda dan strategi ini, pada akhirnya Anda akan terbiasa dan mahir mengelola waktu kerja Anda, sehingga tidak pernah lagi ada keluhan ´terlalu banyak pekerjaan tapi terlalu sedikit waktu´.
Remember! :
Setiap orang memiliki waktu 24 jam dalam sehari. Yang membedakan antara yang sukses dan yang gagal adalah cara mereka memanfaatkan waktu. So hitunglah dan gunakanlah waktu Anda dengan maksimal.
Jaga Pekerjaan Anda
Di tahun yang baru ini kita masih membawa tantangan ekonomi yang ´dioper´ dari tahun lalu yaitu krisis finansial global. Semakin hari semakin sering kita dengar berita tentang perusahaan yang harus ´merumahkan´ sebagian karyawannya demi efisiensi.
Tidak diragukan lagi angka pengangguran akan meningkat. Meskipun belum ada hasil statistik resmi mengenai peningkatan jumlah pengangguran di Indonesia akibat krisis finansial global, Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi memperkirakan akan ada penambahan jumlah pengangguran sebesar 17.000 orang akibat krisis finansial ini.
Mungkin perusahaan Anda adalah salah satu perusahaan yang akan melakukan restrukturisasi. Anda juga mungkin tidak mengetahui dengan pasti kapan hal itu dilaksanakan atau apakah posisi yang Anda pegang termasuk posisi yang akan di "pangkas". Namun yang pasti, tidak ada karyawan yang merasa nyaman bekerja dalam suasana was-was, tidak tahu apa yang akan terjadi pada perusahaan atau posisinya.
Anda mungkin tidak memiliki kekuatan lebih untuk mencegah agar perusahaan tidak merumahkan karyawannya. Selain bekerja dengan penuh komitmen dan menjaga kepercayaan, ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk ´menjaga´ pekerjaan Anda.
1. Ambil inisiatif.
Umumnya perusahaan yang diterpa goncangan krisis akan ´melepas´ beberapa posisi yang bisa dikerjakan karyawan lain. Akibatnya beberapa karyawan akan kelimpahan pekerjaan dan ada beberapa tanggung jawab yang terbengkalai. Jika ada pekerjaan yang bisa Anda kerjakan dan dalam batas kemampuan Anda, cobalah untuk mengambil tanpa menunggu perintah. Mengambil inisiatif akan memberikan kesan bahwa Anda rela bekerja untuk kepentingan kelompok walaupun Anda tidak memiliki tanggung jawab untuk melakukan pekerjaan tersebut.
2. Jangan ragu untuk volunteering.
Ambil bagian di kegiatan kantor yang bisa menunjukkan bakat dan keterampilan Anda yang selama ini tidak diketahui orang. Contohnya: Anda bisa membantu mendisain undangan event kantor bila Anda memiliki bakat desain. Maksimalkan setiap momen yang sesuai untuk menunjukkan kelebihan Anda yang bisa dimanfaatkan perusahaan.
3. Tunjukkan bahwa Anda berharga.
Hal yang wajar jika perusahaan sangat berhati-hati dengan keadaan keuangan mereka dan menilai segalanya dengan uang. Jika Anda bisa menunjukkan pada perusahaan nilai hasil pekerjaan Anda dalam bentuk nominal, maka perusahaan bisa menilai seberapa besar kontribusi yang Anda berikan.
4. Support atasan Anda.
Dukung setiap rencana kerja yang dibuat atasan Anda, termasuk rencana penghematan biaya.
5. Pastikan bahwa keterampilan dan pengetahuan yang Anda miliki selalu terupdate.
Ritme kerja yang umumnya dinamis menuntut karyawan untuk keep up dengan setiap perubahan. Keterampilan dan pengetahuan adalah dasar kompetensi Anda.
6. Dikenali, dihormati dan disukai kebanyakan orang.
Akan lebih mudah bagi pihak manajemen untuk memberikan surat pemutusan hubungan kerja kepada karyawan yang lebih sering berdiam diri di mejanya dan tidak bergaul dengan karyawan lain. Karyawan yang supel, ramah dan bersosialisasi, tentunya dengan hasil pekerjaan yang memuaskan akan lebih dipertimbangkan oleh perusahaan. Manajemen juga lebih mempertahankan karyawan yang tepat waktu, professionaly dressed dan memiliki kepribadian yang menyenangkan.
Remember! :
Sebagai seorang profesional, wajib hukumnya untuk Anda bersikap proaktif dalam membangun profesionalisme. Bertindak aktif apalagi pasif tidak akan cukup.
Minta Kenaikan Gaji? Mungkinkah?
Gaji dan benefit masih jadi alasan utama orang bekerja. Ketika Anda sudah bekerja cukup lama dan tidak ada peningkatan gaji, sementara Anda merasa telah memberikan kontribusi besar dan loyal terhadap perusahaan. Mungkin sudah saatnya Anda mengatur strategi untuk meminta kenaikan gaji.
Ingatlah bahwa Anda tidak bisa hanya mengharapkan bahwa manajemen menyadari seberapa besar prestasi dan kontribusi Anda kepada perusahaan ,lalu menaikkan gaji Anda. Jika kenaikan gaji adalah hal yang Anda inginkan dan butuhkan, maka Anda harus melihatnya sebagai target yang membutuhkan berbagai strategi untuk meraihnya. Karena itu, atur strategi jitu sebelum Anda mengetuk pintu ruangan atasan Anda dan berkata. "Boss, saya ingin bicara tentang kenaikan gaji".
Dengan asumsi bahwa Anda telah bekerja sesuai dengan harapan perusahaan, berikut adalah tips agar kenaikan gaji Anda disetujui.
1. Lakukan riset.
Sebelum mengajukan angka yang Anda inginkan, ketahui dulu berapa besar gaji yang yang diperoleh professional di posisi yang sama dan mempunyai pengalaman dan latar belakang pendidikan yang kurang lebih sama. Anda bisa mendapatkannya di survey gaji dari lembaga survey terkemuka, bergabung dengan organisasi profesional atau bertanya kepada teman atau rekan kerja yang berprofesi sama. Jika ternyata gaji Anda masih di bawah angka yang diterima profesional di posisi yang sama, maka masih ada kemungkinan untuk mendapatkan kenaikan gaji.
2. Tentukan dengan jelas kenaikan gaji yang Anda inginkan.
Sesuai dengan hasil riset yang Anda dapatkan, sampaikan dengan jelas jumlah kenaikan gaji yang Anda inginkan.
3. Lihat performa kerja Anda.
Siapkan ´peluru´ argumen Anda dengan mendata kontribusi besar yang Anda berikan untuk perusahaan selama 6 bulan terakhir. Sampaikan pula training atau seminar yang Anda ikuti untuk peningkatan karir Anda. Kemukakan juga kekuatan dan keterampilan Anda yang menguntungkan perusahaan.
5. Waktu yang tepat.
Perlakukan proses meminta kenaikan gaji sebagai salah satu proyek yang harus dijalankan dengan profesional. Buat janji dengan atasan Anda untuk membicarakan hal ini. Jangan membicarakan soal ini saat Anda bertemu di lorong kantor, melalui email atau melalui telepon. Diskusikan kenaikan gaji saat Anda baru saja memberikan kontribusi yang besar bagi perusahaan atau baru saja mendapat tanggung jawab yang baru. Jika Anda karyawan yang baru mulai bekerja, tunggulah sampai 6 bulan atau sampai Anda bisa menunjukkan hasil kerja Anda kepada atasan sebelum Anda mengajukan permintaan kenaikan gaji.
Remember! :
Seyogyanya, reward dan performance berbanding lurus. So pastikan Anda mengetahui performance sebelum meminta reward Anda.